Sabtu, 13 April 2019

PILPRES 2019 (2)

Tetiba punya opini pribadi tentang euforia sebagian besar rakyat Indonesia saat ini yang menginginkan adanya pergantian presiden. Sebenarnya, kalau mau dicermati, keinginan ini tak ubahnya seperti kejadian 20 tahun yang lalu. Ya gerakan reformasi besar-besaran. Karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada saat itu, menyebabkan kerusuhan dan chaos, yang pada akhirnya memaksa presiden saat itu yang sudah berkuasa selama 30 tahun harus turun tahta sebelum masa jabatannya berakhir. Bedanya, gerakan reformasi didominasi oleh para mahasiswa yang dilalui dengan demo di ibu kota dan juga di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dalam peristiwa tersebut memakan banyak korban jiwa, baik di pihak mahasiswa maupun rakyat sipil. Sekarang, gerakan ganti presiden muncul dari rakyat yang kecewa dengan kinerja pemerintahan sekarang. Mereka menginginkan adanya perubahan serta perbaikan bagi bangsa ini. Dan pemilihan umum menjadi waktu yang tepat untuk adanya pergantian kepemimpinan ini. Antusias masyarakat terlihat pada saat kampanye calon presiden harapan mereka. Dukungan baik materiil maupun doa tak henti-hentinya mengalir. Untuk saat ini kita tinggal menunggu bagaimana hasil pemilu nanti.


Sabtu, 13 April 2019
Mayong, Jepara

Jumat, 12 April 2019

PILPRES 2019

Sudah jengah sekali dengan segala hiruk pikuk politik selama beberapa bulan ini. Perkembangan jaman dan teknologi membuat politik sekarang berbeda dibanding dulu sebelum ada internet dan sosial media. Masyarakat sekarang jadi lebih aktif mengamati tingkah polah para pelaku politik dan mengomentarinya via media sosial. Namun yang membuat tidak nyaman tentunya komentar yang mengandung hujatan dan celaan. Karena bagaimana pun juga manusia tidak pernah ada yang sempurna. Dan sifat umum manusia adalah apabila tidak menyukai seseorang, apapun kebaikan yang diperbuat orang tersebut tidak akan nampak. Sebaliknya, kesalahan sekecil apapun akan menjadi celah untuk menjatuhkannya.

Mengenai pemilihan presiden, setiap orang pasti mempunyai pertimbangan masing-masing dalam menentukan pilihannya. Manusia dikarunia akal untuk berpikir, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan hati untuk merasa. Masyarakat sekarang lebih bisa menentukan siapa calon presiden yang akan dipilihnya berdasarkan banyak hal. Bukan hanya semata karena faktor mengagumi sang calon pemimpin bangsa. Karena setiap manusia pasti ada kurang lebihnya. Sang calon presiden pun pasti punya sisi baik dan sisi buruk. Dalam menentukan pilihan, selain program kerja dari masing-masing calon presiden, masyarakat juga melihat siapa yang memiliki sisi kebaikan lebih banyak. Siapa saja orang-orang yang berada di sekitarnya. Bagaimana sikap, perkataan, dan tingkah laku orang-orang yang berada di sekitarnya tersebut.
Dengan mata hati, masyarakat juga meyakinkan bahwa pilihannya akan membawa Indonesia lebih baik, makmur, dan sejahtera.

Dan satu hal yang pasti, Allah telah mengatur segala sesuatu di muka bumi ini. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Apa pun yang terjadi, siapa pun yang nanti jadi presiden, itu sudah pasti atas kehendak Allah.


Jumat, 12 April 2019
Mayong, Jepara

Selasa, 09 April 2019

DOKTER YANG SEBENARNYA

Bersyukur dokter-dokter yang menangani orang tuaku tetap teguh dengan profesinya. Tetap bertugas melayani pasien-pasiennya yang membutuhkan.

Bersyukur orang tuaku bertemu dengan dokter-dokter yang baik seperti mereka. Bukan dokter yang ikut-ikutan meramaikan politik, dokter yang jadi petugas partai, yang ambisius terhadap jabatan di parlemen.

Bersyukur orang tuaku ditangani oleh dokter-dokter yang kesehariannya disibukkan dengan mengobati orang-orang yang membutuhkan. Bukan dokter yang waktunya dihabiskan untuk bermain sosial media, yang sering mencela sana sini, mengejek capres yang bukan pilihannya.

Bersyukur orang tuaku banyak ditolong oleh dokter-dokter seperti mereka. Cuma bisa berdoa untuk kebaikan dokter-dokter yang telah menangani orang tuaku.


Selasa, 9 April 2019
Mayong, Jepara

Rabu, 13 Maret 2019

CURHAT TENTANG ABANG

Abang .. kadang aku ga tau harus bagaimana. Sejak abang sembuh dari sakit, aku bertanya-tanya sendiri, apa abang masih ada rencana menemui aku ? Tapi udah mendekati pemilu abang pasti sibuk. Sebenernya aku berharap abang bisa dateng ke Jepara. Jarak tempuhnya kan lebih pendek dari Sidoarjo bang. Tanpa adanya pertemuan dan percakapan langsung segalanya terasa kabur.

Bang, waktu aku capek di kerjaan karena banyak masalah, belum mikirin orang tua yang lagi sakit, apalagi aku sendiri juga sering sakit, terkadang aku capek juga sama hubungan kita bang. Mau sampe kapan kita begini ? Aku seperti berada dalam anganku sendiri. Sedangkan aku tak tau apakah abang juga punya perasaan yang sama kepadaku. Karena selama ini abang jarang menghubungi aku. Dan aku takut untuk menghubungi abang. Takut chatku ga dibales sama abang. Bukan cuma itu, aku takut perasaanku bertepuk sebelah tangan. Rasanya aku pengen curhat sama om abang. Tapi lagi-lagi aku takut, nanti abang tersinggung.

Mungkin aku yang terlalu berharap banyak sama abang. Aku sadar kok bang, kalau aku ga secantik temen-temen perempuan abang. Aku juga ga sekaya temen-temen abang. Dan aku juga ga sepintar temen-temen abang yang jago di politik. Aku cuma perempuan biasa, yang bekerja bukan karena mengejar karir, tapi demi memenuhi kebutuhan hidup. Aku ga bisa abang banggain di depan temen-temen abang.

Sedih rasanya kalo karena politik abang berubah. Abang cuma inget aku kalau lagi susah aja. Seandainya abang nanti sukses, apa abang masih inget sama aku ?

Aku udah biasa bang diabaikan. Aku cuma bisa berharap itu ga abang lakukan sama aku. Dan aku .. cuma bisa nangis sambil nulis di sini yang aku rasa abang ga mau baca. Aku juga cuma bisa curhat sama Allah.


Rabu, 20 Maret 2019
Mayong Jepara

DIANA'S BAY

Kapan hari ada adek-adek sepupuku berkunjung ke Jepara. Trus kita cari tempat makan yang bagus buat foto-foto. Waktu di tempat ini, aku kepikiran abang. Pengen deh ke tempat itu sama abang, berdua. Bercerita .. sambil menikmati debur ombak. Waktu sunset kayaknya indah deh bang. Hmm .. Tapi kapan ya abang bisa dateng ke Jepara ?


Rabu, 20 Maret 2019
Mayong Jepara

SEPERTI KITA

Bang .. tau ga, waktu aku liat gambar burung ini, jadi ngebayangin kita berdua. He he he .. pose 2 burung itu lucu. Yang satu nengok, seperti menanyakan sesuatu. Yang satunya lagi seperti ngambek. Trus aku kepikiran percakapan kayak yang aku buat di gambar itu. Hmm .. abang suka ga ?


Rabu, 20 Maret 2019
Mayong Jepara

Kamis, 03 Januari 2019

APA KAMU TAHU ? (4)

Tadi pagi ada notifikasi di lineku. Salah satu contact yang ada di phone book ku membuat account di line. Ku lihat, ternyata salah satu supplierku. Aku memang jarang contact dengan beliau. Lalu ku buka profilnya. Dan dari nama yang tertera di situ, ternyata dia satu marga denganmu. Aku jadi teringat padamu. Dan ingin bercerita padamu.

Tapi .. bagaimana aku bercerita padamu ? Sedangkan kamu tidak peduli padaku. Hari ini, dari update status di wa mu, kamu sedang ke rumah sakit, kontrol rawat jalan. Wajahmu masih pucat. Tapi sakit yang kau rasa tak sebanding dengan luka hatiku karenamu.

Setiap saat sering ku terbayang wajahmu. Sering ku lihat fotomu, menerka-nerka bagaimana engkau. Dan aku tak mengerti bagaimana menghadapimu. Aku kesal setiap teringat bagaimana engkau memuja kawan perempuanmu. Hatiku sakit. Apa engkau peduli pada hatiku ?


Kamis, 3 Januari 2019
Mayong Jepara