Abang ga tau rasanya jadi aku. Waktu senggang, aku baca-baca semua chat kita. Aku kangen ngobrol sama abang. Kangen becanda sama abang. Kadang aku baca sambil nangis.
Sampe sekarang, di hatiku cuma ada abang. Tapi aku ga tau, siapa yang ada di hati abang. Mungkin mantan pacar abang masih disimpan di hati abang. Makanya abang susah buat nemuin aku. Sampe foto-fotonya aja abang upload di sosmed. Kalau abang masih belum bisa ngelupain mantannya, kenapa dulu abang masuk ke kehidupan aku.
Foto laki-laki yang ada di hp ku cuma abang. Dari om abang waktu pertama kali ngenalin ke aku. Juga foto-foto yang abang kirim ke aku. Abang juga pernah bilang mo nelpon aku, tapi ga nelpon juga.
Dulu waktu abis lebaran, abang pernah punya rencana mo ke sini buat nemuin aku. Sampe sekarang udah mo lebaran lagi abang belum dateng juga. Waktu itu aku maklumi kondisi abang yang lagi ga ada uang. Aku seneng waktu dulu abang bilang lagi nyiapin CV. Ku pikir abang nyari-nyari kerja. Tapi ternyata abang ngurusi partai politik. Akhir tahun juga abang ga jadi nemuin aku karena sakit. Tapi abis itu abang sibuk sama kampanye. Politik bikin abang berubah.
Abang bisa pergi nemuin temen-temennya. Kumpul-kumpul, nongkrong sama mereka. Tapi buat nemuin aku aja abang susah. Mungkin juga selama ini abang chat sama perempuan-perempuan lain, becanda sama mereka. Jadi abang udah ga chat aku lagi. Tega banget ya abang sama aku.
Rabu, 15 Mei 2019
Mayong, Jepara
Rabu, 15 Mei 2019
CEMBURU
Abang : muka kamu kenapa cemberut gitu sih ?
Aku : sebel sama abang. Ga pernah chat aku lagi. Sibuk ngurusi politik n partainya aja. Abang ga ada waktu sedikitpun buat chat aku. Entah ga ada waktu atau emang ga mau chat aku lagi.
Abang : kan ini lagi ngawal perhitungan pilpres.
Aku : abang ga tau aku cemburu. Di sana pasti banyak cewek-cewek cantik. Dan abang bercanda sama mereka. Sedangkan aku dicuekin.
Abang : trus mau kamu gimana ?
Aku : pengennya selesai pemilu abang ga ngurusin politik n partai itu lagi. Di situ bukan jalan abang. Cari kerja yang halal bang. Kalau enggak, bikin usaha kecil-kecilan. Buka warung kopi sederhana.
Rabu, 15 Mei 2019
Mayong, Jepara
Senin, 13 Mei 2019
RENUNGAN JELANG RAMADHAN 2019
Sebentar lagi masuk bulan suci ramadhan. Ada sukanya dan ada sedihnya juga. Suka karena ini bulan mulia, bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim, bulan yang berlimpahan pahala. Sedihnya adalah aku masih sendiri.
Ini adalah tahun ketiga aku akan menjalankan puasa di bumi kartini. Hari-hariku hanya diisi dengan rutinitas bekerja. Bosan dan sepi. Teman-temanku dari masa sekolah, kuliah, maupun kerja di berbagai kota, sudah pada menikah. Dan mereka pun sibuk dengan keluarganya, dengan pasangan dan anak-anaknya. Begitu juga dengan saudara-saudaraku. Mereka pun sudah memiliki pasangan dan anak.
Bahkan .. anak-anak dari teman-temanku maupun saudara-saudaraku sudah beranjak dewasa. Betapa waktu berlalu begitu cepat. Dan aku .. masih begini aja. Bukan cuma merasa sedih, tapi juga lelah.
Sering aku iri pada teman-temanku dan pada saudara-saudaraku yang sudah memiliki pasangan. Bahkan aku iri pada teman-temanku yg memiliki suami setia, yang sangat menyayangi istrinya. Suami mereka jarang, bahkan ada yang tidak bermain sosial media. Hari-harinya disibukkan dengan bekerja mencari nafkah serta bercengkerama dengan istri dan anak-anaknya. Karena banyak kenyataan bahwa sosial media menjadi salah satu jalan maksiat. Berbalas komen/chat dengan lawan jenis yang akhirnya menimbulkan perselingkuhan.
Pernah ada seorang kawan perempuan yang posting di media sosial, intinya kawan perempuan dari si suami pengen curhat. Lalu si suami memberikan no hp istrinya sambil berkata, curhat sama istriku aja. Duh .. seneng ya punya suami kayak gitu. Bisa menjaga perasaan istrinya, dia ga mau menyakiti perasaan istrinya.
Aku sendiri juga risih kalau ada lelaki, terutama yang sudah beristri menggoda diriku. Sebisa mungkin aku menghindar. Karena aku membayangkan bagaimana perasaan istrinya. Terkadang aku juga sebel ketika melihat teman-temanku yang laki-laki dan sudah beristri sering menggoda perempuan lain. Aku hanya membayangkan bagaimana perasaan istrinya.
Selama ini aku beberapa kali mengalami perasaan kepada seseorang, tapi tak berbalas. Begitu juga sebaliknya. Yang memiliki perasaan kepadaku, tapi aku tak ada keinginan untuk membalas. Aku sedih .. pengen juga seperti mereka-mereka yang punya pasangan yang saling mencintai dan menyayangi. Tapi kapan ??
Jumat, 3 Mei 2019
Mayong, Jepara
Ini adalah tahun ketiga aku akan menjalankan puasa di bumi kartini. Hari-hariku hanya diisi dengan rutinitas bekerja. Bosan dan sepi. Teman-temanku dari masa sekolah, kuliah, maupun kerja di berbagai kota, sudah pada menikah. Dan mereka pun sibuk dengan keluarganya, dengan pasangan dan anak-anaknya. Begitu juga dengan saudara-saudaraku. Mereka pun sudah memiliki pasangan dan anak.
Bahkan .. anak-anak dari teman-temanku maupun saudara-saudaraku sudah beranjak dewasa. Betapa waktu berlalu begitu cepat. Dan aku .. masih begini aja. Bukan cuma merasa sedih, tapi juga lelah.
Sering aku iri pada teman-temanku dan pada saudara-saudaraku yang sudah memiliki pasangan. Bahkan aku iri pada teman-temanku yg memiliki suami setia, yang sangat menyayangi istrinya. Suami mereka jarang, bahkan ada yang tidak bermain sosial media. Hari-harinya disibukkan dengan bekerja mencari nafkah serta bercengkerama dengan istri dan anak-anaknya. Karena banyak kenyataan bahwa sosial media menjadi salah satu jalan maksiat. Berbalas komen/chat dengan lawan jenis yang akhirnya menimbulkan perselingkuhan.
Pernah ada seorang kawan perempuan yang posting di media sosial, intinya kawan perempuan dari si suami pengen curhat. Lalu si suami memberikan no hp istrinya sambil berkata, curhat sama istriku aja. Duh .. seneng ya punya suami kayak gitu. Bisa menjaga perasaan istrinya, dia ga mau menyakiti perasaan istrinya.
Aku sendiri juga risih kalau ada lelaki, terutama yang sudah beristri menggoda diriku. Sebisa mungkin aku menghindar. Karena aku membayangkan bagaimana perasaan istrinya. Terkadang aku juga sebel ketika melihat teman-temanku yang laki-laki dan sudah beristri sering menggoda perempuan lain. Aku hanya membayangkan bagaimana perasaan istrinya.
Selama ini aku beberapa kali mengalami perasaan kepada seseorang, tapi tak berbalas. Begitu juga sebaliknya. Yang memiliki perasaan kepadaku, tapi aku tak ada keinginan untuk membalas. Aku sedih .. pengen juga seperti mereka-mereka yang punya pasangan yang saling mencintai dan menyayangi. Tapi kapan ??
Jumat, 3 Mei 2019
Mayong, Jepara
Minggu, 28 April 2019
PEMILU PILU
Sebenarnya sudah males nulis tentang politik. Tapi baca berita tentang banyaknya petugas KPPS yang sakit, bahkan meninggal, dan ada juga petugas kepolisian yang meninggal, jadi pengen ngeluarin opini pribadi.
Di tengah-tengah proses penghitungan suara yang belum selesai, banyak bermunculan kabar duka dari para petugas KPPS. Sepertinya pemilu kali ini merupakan pemilu yang pilu. Karena pilpres dan pileg dilaksanakan secara serentak, otomatis penghitungan suaranya memakan waktu banyak. Sehingga banyak petugas yang kelelahan yang akhirnya menyebabkan sakit. Bahkan lumyan banyak juga yang meninggal.
Kalau mau diambil hikmahnya, ini peringatan buat para elite politik, agar sadar diri. Allah tengah menunjukkan bahwa banyak korban akibat tingkah laku mereka yang gontok-gontokan jabatan. Menghalalkan segala cara demi melanggengkan kekuasaan.
Semoga saja tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
Minggu, 28 April 2019
Mayong, Jepara
Di tengah-tengah proses penghitungan suara yang belum selesai, banyak bermunculan kabar duka dari para petugas KPPS. Sepertinya pemilu kali ini merupakan pemilu yang pilu. Karena pilpres dan pileg dilaksanakan secara serentak, otomatis penghitungan suaranya memakan waktu banyak. Sehingga banyak petugas yang kelelahan yang akhirnya menyebabkan sakit. Bahkan lumyan banyak juga yang meninggal.
Kalau mau diambil hikmahnya, ini peringatan buat para elite politik, agar sadar diri. Allah tengah menunjukkan bahwa banyak korban akibat tingkah laku mereka yang gontok-gontokan jabatan. Menghalalkan segala cara demi melanggengkan kekuasaan.
Semoga saja tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
Minggu, 28 April 2019
Mayong, Jepara
KEMBALI MENULIS
Lagi suka nulis di blog ini. Karena ga ada yang baca dan ga ada yang komen. Terutama komen nyinyir. Sering sebel sama orang-orang yang suka komen nyinyir. Padahal belum tentu dia lebih baik dari yang dinyinyirin. Dan biasanya yang sering komen nyinyir adalah kaum perempuan.
Ngomong-ngomong, aku bukan penulis yang bagus. Cuma asal nulis aja. Ngeluarin apa yang ada di kepala dan hati. Nah .. yang dari hati ini bisa jadi puisi. Walopun cuma nulis via hp. Bersyukur di hp ada media buat nulis. Maklum .. ga punya laptop. Komputer jaman kuliah dulu udah dijual. Pengen sih punya laptop. Tapi sampe sekarang ga kebeli. Banyak kebutuhan lain yang lebih penting. Jadi mikir beli laptop belum terlalu penting, masih bisa ditunda.
Tulisan-tulisan lama dulu, aku tulis pake tangan di kertas. Setelah fix baru ku salin di buku tulis. Trus jaman kerja di jogja, baru tau deh sama yang namanya blog. Dan dengan fasilitas laptop kantor, tulisan-tulisan lama ku masukin di blog.
Udah lama juga aku ga nulis. Selain karena kesibukan di pekerjaan, juga ga ada yang pengen aku tulis.
Tapi sejak ada seseorang itu, aku jadi suka nulis lagi. Orang itu adalah abang. Ya .. kamu bikin aku jadi menulis lagi.
Kalau liat di blog ini, terakhir aku nulis tahun 2012. Dan aku mulai nulis lagi tahun 2018. Hmm .. lama juga ya aku ga nulis. Aku nulis lagi karena abang. Karena ga tau mesti gimana. Pengen curhat, tapi ga ngerti curhat ke mana. Ya udahlah ya, ditulis aja, sebagai bentuk curhat ke Allah. Padahal kadang-kadang juga sudah curhat ke Allah via lisan dalam hati.
Kalau dalam bentuk tulisan curhatnya bisa panjang. Tapi kalo dalam lisan, cuma kata-kata, "Ya Allah .. kok abang begitu ya sama aku ?
Sabtu, 27 April 2019
Mayong, Jepara
Ngomong-ngomong, aku bukan penulis yang bagus. Cuma asal nulis aja. Ngeluarin apa yang ada di kepala dan hati. Nah .. yang dari hati ini bisa jadi puisi. Walopun cuma nulis via hp. Bersyukur di hp ada media buat nulis. Maklum .. ga punya laptop. Komputer jaman kuliah dulu udah dijual. Pengen sih punya laptop. Tapi sampe sekarang ga kebeli. Banyak kebutuhan lain yang lebih penting. Jadi mikir beli laptop belum terlalu penting, masih bisa ditunda.
Tulisan-tulisan lama dulu, aku tulis pake tangan di kertas. Setelah fix baru ku salin di buku tulis. Trus jaman kerja di jogja, baru tau deh sama yang namanya blog. Dan dengan fasilitas laptop kantor, tulisan-tulisan lama ku masukin di blog.
Udah lama juga aku ga nulis. Selain karena kesibukan di pekerjaan, juga ga ada yang pengen aku tulis.
Tapi sejak ada seseorang itu, aku jadi suka nulis lagi. Orang itu adalah abang. Ya .. kamu bikin aku jadi menulis lagi.
Kalau liat di blog ini, terakhir aku nulis tahun 2012. Dan aku mulai nulis lagi tahun 2018. Hmm .. lama juga ya aku ga nulis. Aku nulis lagi karena abang. Karena ga tau mesti gimana. Pengen curhat, tapi ga ngerti curhat ke mana. Ya udahlah ya, ditulis aja, sebagai bentuk curhat ke Allah. Padahal kadang-kadang juga sudah curhat ke Allah via lisan dalam hati.
Kalau dalam bentuk tulisan curhatnya bisa panjang. Tapi kalo dalam lisan, cuma kata-kata, "Ya Allah .. kok abang begitu ya sama aku ?
Sabtu, 27 April 2019
Mayong, Jepara
TAHUN POLITIK
Di tahun politik banyak orang-orang biasa yang jadi pengamat politik. Apalagi dengan adanya sosial media. Bagus juga sih .. berarti rakyat Indonesia sekarang lebih cerdas, berani, dan kritis. Cuma kadang-kadang komentar yang berisi hujatan, caci maki, serta nyinyiran itu jadi membuat jengah.
Setiap manusia ga ada yang sempurna. Begitu juga dengan pemimpin negara maupun pemimpin daerah. Di masing-masing personalnya pasti ada kurang lebihnya. Tapi namanya manusia ya tetap aja yang dilihat adalah sisi jeleknya. Seperti kata pepatah, "Seribu kebaikan yang kamu lakukan tidak akan terlihat. Tapi satu kesalahan yang kamu lakukan akan diingat selamanya."
Contohnya, dari presiden pertama sampai presiden yang sekarang nih, yang lebih banyak dikomentari masyarakat adalah sisi buruknya. Jarang ada yang mengomentari sisi baiknya. Ya sebenarnya ada hikmahnya juga. Biar jadi pembelajaran untuk presiden yang selanjutnya. Bukan cuma presiden, tapi pemimpin daerah juga sama.
Yang menyebalkan sebenarnya adalah pendukung fanatik dari pemimpin tersebut. Ketika ada pemimpin yang melakukan kesalahan, dan dia berada di pihak yang berseberangan, sudah pasti akan menghujat habis-habisan. Padahal bisa jadi suatu saat dia akan beralih dukungan. Ya dalam dunia politik, lawan bisa jadi kawan, dan kawan bisa jadi lawan. Dalam politik juga, tak ada kawan yang sejati, dan tak ada musuh yang abadi. Segala sesuatu bisa berbalik.
Aku bukan pendukung fanatik dari pemimpin mana pun. Karena ketika suatu saat pemimpin yang kita puja melakukan kesalahan, maka akan timbul kekecewaan yang amat besar. Dukunglah sewajarnya aja.
Sabtu, 27 April 2019
Mayong, Jepara
Setiap manusia ga ada yang sempurna. Begitu juga dengan pemimpin negara maupun pemimpin daerah. Di masing-masing personalnya pasti ada kurang lebihnya. Tapi namanya manusia ya tetap aja yang dilihat adalah sisi jeleknya. Seperti kata pepatah, "Seribu kebaikan yang kamu lakukan tidak akan terlihat. Tapi satu kesalahan yang kamu lakukan akan diingat selamanya."
Contohnya, dari presiden pertama sampai presiden yang sekarang nih, yang lebih banyak dikomentari masyarakat adalah sisi buruknya. Jarang ada yang mengomentari sisi baiknya. Ya sebenarnya ada hikmahnya juga. Biar jadi pembelajaran untuk presiden yang selanjutnya. Bukan cuma presiden, tapi pemimpin daerah juga sama.
Yang menyebalkan sebenarnya adalah pendukung fanatik dari pemimpin tersebut. Ketika ada pemimpin yang melakukan kesalahan, dan dia berada di pihak yang berseberangan, sudah pasti akan menghujat habis-habisan. Padahal bisa jadi suatu saat dia akan beralih dukungan. Ya dalam dunia politik, lawan bisa jadi kawan, dan kawan bisa jadi lawan. Dalam politik juga, tak ada kawan yang sejati, dan tak ada musuh yang abadi. Segala sesuatu bisa berbalik.
Aku bukan pendukung fanatik dari pemimpin mana pun. Karena ketika suatu saat pemimpin yang kita puja melakukan kesalahan, maka akan timbul kekecewaan yang amat besar. Dukunglah sewajarnya aja.
Sabtu, 27 April 2019
Mayong, Jepara
Langganan:
Postingan (Atom)
